OSPEK 2024 STIM Surakarta: Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dengan Prestasi Guna Mewujudkan Kampus Bereputasi
- 11 September 2024
- Posted by: Admin IT
- Category: OSPEK

Sukoharjo, 10-11 September 2024 – STIM Surakarta menggelar kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) bagi mahasiswa baru. Acara ini diawali dengan pembacaan Al-Qur’an sebagai bentuk pembuka kegiatan. Mahasiswa putra melaksanakan pembacaan Al-Qur’an di Masjid kampus, sementara mahasiswa putri melakukannya secara bersama-sama di Asrama Putri. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan di antara mahasiswa baru.


Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) merupakan momen penting bagi mahasiswa baru yang memulai perjalanan akademik mereka di perguruan tinggi. Di tahun 2024, STIM Surakarta mengusung tema “Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dengan Prestasi Guna Mewujudkan Kampus Bereputasi.” Tema ini memiliki makna yang mendalam dan menjadi pijakan bagi STIM Surakarta untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam akademis, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Sambutan Ketua Panitia OSPEK: Ust. Anis Budiriyanto, Lc., M.Pd.
Dalam pembukaan acara OSPEK, Ketua Panitia Ust. Anis Budiriyanto, Lc., M.Pd., memberikan sambutannya. Beliau menjelaskan bahwa tema “Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dengan Prestasi Guna Mewujudkan Kampus Bereputasi” diangkat untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru tentang pentingnya berprestasi serta memanfaatkan setiap kesempatan dan peluang yang ada selama mereka menempuh pendidikan di STIM Surakarta.

Menurut beliau, mahasiswa yang berprestasi bukan hanya mereka yang unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kontribusi dalam kegiatan ekstrakurikuler, memiliki kepribadian yang baik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. “Mahasiswa berprestasi adalah mereka yang tidak hanya fokus pada nilai akademis, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan, memiliki dedikasi tinggi, dan mampu membawa perubahan positif di lingkungan sekitar,” tegas Ust. Anis.

Beliau juga menekankan pentingnya manajemen waktu dan kemampuan untuk memetakan permasalahan secara tepat sebagai kunci kesuksesan dalam mencapai prestasi. “Sebagai mahasiswa, kalian harus pandai dalam mengelola waktu dan memetakan setiap permasalahan dengan baik, karena dua hal ini adalah modal utama dalam mencapai kesuksesan,” tambahnya.
STIM Surakarta: Kampus Bereputasi Nasional dan Internasional
Sebagai kampus yang bereputasi, STIM Surakarta diakui secara nasional maupun internasional. Ust. Anis menekankan bahwa kampus ini berkomitmen untuk terus bergerak maju dalam mencetak generasi unggul yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. “Dengan segala fasilitas dan program yang disediakan, kami yakin STIM Surakarta akan terus menjadi kampus yang diakui di tingkat nasional dan internasional,” ujar beliau.

Sambutan Ketua STIM Surakarta: Ust. Dr. Zahrodin Fanani, M.P.I.
Ketua STIM Surakarta, Ust. Dr. Zahrodin Fanani, M.P.I., turut memberikan sambutan yang penuh motivasi kepada mahasiswa baru. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi, tidak hanya berhenti di S1. “Jangan berhenti hanya di S1, tingkatkan ilmu kalian hingga S2 dan S3. Jadikanlah gelar doktor sebagai target kalian, dan usahakan untuk meraihnya sebelum usia 30 tahun,” tegas beliau.

Selain itu, Ust. Fanani juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menunda-nunda penyelesaian studi. “Selesaikan pendidikan kalian dengan segera. Jangan menunda-nunda, karena semakin cepat kalian menyelesaikan, semakin muda kalian meraih gelar doktor dan bisa segera berkontribusi di masyarakat,” ujar beliau.
Pentingnya Niat Belajar (Tholabul Ilmi) Lillah
Salah satu hal penting yang disampaikan oleh Ust. Fanani adalah mengenai niat belajar. Beliau mengingatkan mahasiswa untuk belajar dengan niat yang benar, yaitu untuk mencari ilmu karena Allah (lillah). “Niat kalian dalam menuntut ilmu harus benar, yaitu lillah. Jangan sampai pendidikan kalian terhenti di tengah jalan hanya karena pengaruh perkataan orang lain. Seperti yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali, jangan biarkan omongan manusia mengganggu perjalanan kalian dalam menuntut ilmu,” tambahnya.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga identitas sebagai muslim, baik dalam perilaku maupun berpakaian. “Sebagai mahasiswa STIM Surakarta, kalian harus menunjukkan identitas kalian sebagai muslim yang baik. Berpakaianlah yang sopan, gunakan sepatu, dan bercirikan santri. Ini adalah bagian dari integritas kalian sebagai mahasiswa,” ujar beliau.
Sejarah Singkat STIM Surakarta
Dalam sambutannya, Ust. Fanani juga menceritakan sejarah singkat STIM Surakarta. STIM Surakarta awalnya didirikan sebagai Ma’had Ali, sebuah lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren. Pada tahun 2012, STIM Surakarta resmi berdiri sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pendidikan bahasa Arab. Sejak saat itu, kampus ini terus berkembang, dipimpin oleh berbagai tokoh yang berkomitmen untuk mencetak generasi unggul.

“Mulai dari Periode pertama 2012-2014, Ketua STIM dipegang oleh Ust. H. Noor Hadi, MPd. Kemudian Ust. Sutino, S.Sos., M.Pd.I. (2014-2020), kemudian dilanjutkan oleh Ust. Dr. H. Sudarmadi Putra, M.Ud (2020-2024), dan kini saya sebagai ketua STIM Surakarta untuk periode 2024-2028. Kita terus bergerak maju untuk menjadi kampus unggul dan bereputasi,” jelas Ust. Fanani.
Beliau juga memotivasi mahasiswa baru untuk menguasai bahasa Arab, karena dengan memahami bahasa Arab, mereka dapat lebih mendalami ajaran Islam. “Menguasai bahasa Arab adalah kunci untuk memahami Islam lebih dalam. Oleh karena itu, saya berharap kalian semua termotivasi untuk belajar bahasa Arab dengan serius,” kata beliau.
Ust. Dr. Kafin Jaladri, M.A.: Program Pendidikan Berbasis Pesantren
Dalam sesi berikutnya, Ust. Kafin, salah satu pengajar di STIM Surakarta, memaparkan tentang program-program unggulan di kampus yang berbasis pesantren ini. Salah satu program yang diunggulkan adalah program sanad mulazamah, muhasafah, dan tahfidz. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menghafal Al-Qur’an serta mendalami ilmu-ilmu keislaman.

“Di STIM Surakarta, kalian tidak hanya belajar teori, tetapi juga akan ditekankan pada praktik dan pendalaman ilmu. Mahasiswa diharapkan dapat menguasai keterampilan membaca, menulis, mendengar, dan berbicara dalam bahasa Arab,” jelas Ust. Kafin.
Beliau juga memberikan motivasi kepada mahasiswa yang belum mahir dalam bahasa Arab. “Jangan khawatir jika kalian belum bisa bahasa Arab. Kurikulum di STIM Surakarta sudah dirancang sedemikian rupa sehingga mahasiswa yang sama sekali belum bisa bahasa Arab pun akan mampu menguasainya,” ujarnya dengan optimis.
Ust. Dr. Arifin Badres, M.Pd.: Pemaparan Budaya dan Tata Tertib Kampus
Pada hari kedua OSPEK, Ust. Dr. Arifin Badres, M.Pd., selaku Kepala Pembinaan Mahasiswa, memberikan penjelasan tentang budaya dan tata tertib di STIM Surakarta. Beliau menekankan pentingnya kedisiplinan dan integritas dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di STIM Surakarta.

“Mahasiswa harus menunjukkan identitasnya sebagai muslim yang taat, baik dalam berpakaian maupun perilaku. Kalian dilarang menggunakan pakaian yang tidak sesuai syariat, seperti celana panjang untuk perempuan, make-up berlebihan, atau pakaian yang ketat,” jelas Ust. Arifin.
Beliau juga menjelaskan tentang pentingnya menjaga akhlak karimah, menghormati dosen dan sesama mahasiswa, serta menjaga kebersihan kampus. “Mahasiswa STIM Surakarta harus berakhlak mulia, menghormati yang lebih tua, dan menjaga kebersihan lingkungan kampus. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kalian sebagai seorang muslim dan mahasiswa,” tambahnya.
Selain itu, Ust. Arifin juga menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai islami dan pesantren dalam kehidupan kampus. “Kuliah di STIM Surakarta bukan hanya tentang mengejar gelar, tetapi juga tentang membentuk karakter yang tidak mudah putus asa dan selalu berpegang pada nilai-nilai islami,” tuturnya.
Usth. Mutia Fiddien, M.Pd.: Motivasi Kiprah Alumni di Dunia Pendidikan
Sebagai bagian dari rangkaian OSPEK, Usth. Mutia Fiddien, M.Pd., memberikan motivasi kepada mahasiswa baru dengan membagikan pengalamannya sebagai alumni STIM Surakarta. Beliau menceritakan bagaimana pendidikan di STIM membekali dirinya dengan berbagai keterampilan yang sangat berguna di dunia kerja, khususnya di bidang pendidikan.

Beliau juga berbagi pengalaman tentang tugas-tugas perkuliahan yang pernah dihadapinya, seperti membuat karya tulis yang akhirnya dicetak menjadi buku. “Rasanya luar biasa ketika melihat karya kita diterbitkan dalam bentuk buku. Ini adalah bukti bahwa setiap usaha kita selama kuliah di STIM Surakarta akan membuahkan hasil,” ujarnya dengan bangga.
Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua
Selain motivasi akademik, Usth. Muthia juga mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya berbakti kepada orang tua. “Jangan pernah lupa bahwa di balik kesuksesan kalian ada doa orang tua. Berbaktilah kepada mereka, banggakan mereka dengan prestasi yang kalian raih,” pesan beliau.
Usth. Lady Eka Rahmawati, Lc., M.Th.I.: Pengenalan UKM
Dalam sesi pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM),
Usth. Lady, sebagai penanggung jawab UKM (2022-2024), memperkenalkan berbagai UKM yang ada di STIM Surakarta. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga harus aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. UKM di STIM Surakarta mencakup berbagai bidang, mulai dari kategori bahasa, minat bakat, hingga olahraga.

“Kalian bisa mengembangkan minat dan bakat kalian di UKM. Pilihlah UKM yang sesuai dengan passion kalian, karena ini akan menjadi sarana untuk meningkatkan soft skills yang sangat penting di dunia kerja nanti,” jelas Usth. Lady.

Dengan rangkaian acara yang penuh inspirasi, OSPEK 2024 STIM Surakarta diharapkan mampu membentuk mahasiswa baru yang tangguh dan berprestasi, sesuai dengan tema yang diusung. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mampu berkontribusi di berbagai bidang dan menjadikan STIM Surakarta sebagai kampus bereputasi yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

BEM STIM Surakarta: Wadah Aspirasi dan Kreativitas Mahasiswa
Sesi terakhir OSPEK diisi oleh M. Iqbal, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIM Surakarta. Ia menjelaskan fungsi utama BEM sebagai penghubung antara mahasiswa dan kampus, serta sebagai fasilitator dan sosial control. Dalam perannya, BEM berupaya untuk selalu inklusif dan membawa semangat kebersamaan.

Beberapa program kerja BEM yang dipaparkan di antaranya adalah buka bersama dengan anak yatim piatu, kegiatan bagi-bagi takjil on the road, dan program sosial lainnya yang menggugah empati dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat.

Penutup: Menjadi Mahasiswa Berprestasi dan Berakhlak Mulia
OSPEK 2024 di STIM Surakarta menjadi langkah awal yang penting dalam membentuk mahasiswa yang tangguh dan berprestasi. Dengan berbagai program yang disiapkan, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan diri, mahasiswa diharapkan dapat meraih prestasi yang tidak hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga kampus dan masyarakat.


STIM Surakarta terus berkomitmen untuk menjadi lembaga pendidikan yang unggul, dengan melahirkan lulusan-lulusan yang kompeten, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi di dunia pendidikan serta masyarakat luas.