Spirit Ramadhan Warnai Milad ke-14 STIM Surakarta dengan Kajian, Santunan Yatim, dan Buka Bersama
- 10 March 2026
- Posted by: Admin IT
- Category: Informasi Kampus

Sukoharjo, 10 Maret 2026 — Dalam rangka memperingati Milad ke-14 Sekolah Tinggi Islam Al Mukmin (STIM) Surakarta, diselenggarakan kegiatan tasyakuran yang bertempat di Masjid Al Fauziyah, Kompleks STIM Surakarta, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini diisi dengan kajian keislaman, santunan anak yatim, sarasehan mahasiswa, serta ifthor jama’i (buka puasa bersama).

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin (YPI Al Mukmin), K.H. Yahya Abdurrahman, Lc., S.Pd. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa STIM Surakarta tidak hanya berperan mencetak lulusan sarjana, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu mengamalkan ilmu dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Beliau juga menekankan pentingnya meningkatkan etos belajar dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan agar para alumni mampu menjadi pribadi yang bermanfaat, bahkan berpotensi menjadi pemimpin yang membawa kebaikan bagi bangsa.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua STIM Surakarta, Dr. Zahrodin Fanani, M.P.I. Beliau menyampaikan jazakumullah ahsanal jaza’ kepada seluruh panitia, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIM Surakarta, yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan Milad tahun ini. Menurut beliau, kegiatan seperti santunan anak yatim, ifthor jama’i, kajian keislaman, serta berbagai aktivitas sosial lainnya merupakan bentuk nyata pengabdian kepada umat. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi amal jariyah serta membawa keberkahan bagi seluruh civitas akademika.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan bahwa STIM Surakarta saat ini sedang berproses untuk bertransformasi menuju Institut bahkan Universitas Islam Al Mukmin Surakarta. Seluruh pihak tengah berikhtiar mewujudkan cita-cita besar tersebut dengan penuh keyakinan dan tawakal kepada Allah ta’ala.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua Dewan Sosial YPI Al Mukmin, K.H. Drs. Farid Ma’ruf, bersama Ketua STIM Surakarta.

Kegiatan selanjutnya adalah kajian keislaman yang disampaikan oleh Ketua Pembina YPI Al Mukmin, K.H. Drs. Taufiq Usman, M.Pd. Dalam kajiannya beliau mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi yang kuat iman dan akhlaknya. Mengutip Surah Maryam ayat 59, beliau menjelaskan bahwa generasi yang lemah adalah generasi yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan menjadi generasi yang hatinya tertaut dengan masjid serta memanfaatkan masa mudanya untuk kegiatan yang produktif. Beliau juga menekankan pentingnya budaya membaca dan memakmurkan perpustakaan sebagai salah satu ciri kampus yang maju.

Membaca merupakan pintu awal ilmu sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW: Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq. Selain itu, beliau mengajak seluruh hadirin untuk memanfaatkan momentum sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sebagai kesempatan meraih keberkahan dan pembebasan dari api neraka. Untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, beliau menegaskan pentingnya tiga hal yaitu taubat, iman, dan amal shalih.

Setelah kajian, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan mahasiswa yang dipandu oleh Ketua BEM STIM Surakarta, Syamil Jihadi Hanifa, bersama jajaran pimpinan STIM Surakarta. Forum ini menjadi wadah dialog antara mahasiswa dan pimpinan kampus untuk menyampaikan aspirasi serta membahas dinamika kehidupan kampus. Dalam sesi dialog tersebut dibahas peran strategis Badan Eksekutif Mahasiswa sebagai wadah pembinaan kepemimpinan mahasiswa serta pengelolaan kegiatan kampus. Pimpinan STIM Surakarta juga mendorong mahasiswa untuk terus aktif berkontribusi dalam kegiatan dakwah dan pengabdian kepada umat.

Rangkaian kegiatan Milad ke-14 STIM Surakarta kemudian ditutup dengan kumandang azan Maghrib, yang dilanjutkan dengan ifthor jama’i bersama seluruh peserta yang hadir. Melalui kegiatan ini diharapkan momentum Milad ke-14 STIM Surakarta dapat menjadi sarana memperkuat ukhuwah, meningkatkan semangat keilmuan, serta menumbuhkan komitmen pengabdian kepada umat dan bangsa. (Muhammad Zainuddin)