Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Pimpin Shalat Jenazah KH. Abdul Muid Ahmad, Ponpes Ngruki dan STIM Surakarta Sampaikan Takziyah ke Al Muayyad Mangkuyudan
- 17 October 2025
- Posted by: Admin IT
- Category: Informasi Kampus

Sukoharjo, 17 Oktober 2025 — Dunia pesantren dan pendidikan Islam berduka atas wafatnya KH. Abdul Muid Ahmad, Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi kalangan ulama, pendidik, dan santri di seluruh Indonesia.
Sebagai wujud penghormatan dan ukhuwah Islamiyah, Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, pendiri dan pembina Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki, bersama putranya Ustaz Abdurrohim Ba’asyir, Mudir Pondok Ngruki Ustaz Yahya Abdurrohman, serta Ketua Sekolah Tinggi Islam Al Mukmin (STIM) Surakarta Dr. Zahrodin Fanani, hadir langsung menyampaikan takziyah ke Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan.

Dalam suasana haru dan penuh penghormatan, keluarga besar Al Muayyad secara khusus meminta Ustaz Abu Bakar Ba’asyir untuk menjadi imam shalat jenazah KH. Abdul Muid Ahmad. Dengan penuh keikhlasan, beliau memimpin shalat yang diikuti oleh para ulama, santri, dan jamaah dari berbagai pesantren di wilayah Surakarta.
Usai shalat, Ustaz Abu Bakar Ba’asyir menyampaikan pesan singkat yang penuh makna kepada keluarga besar dan seluruh civitas Pondok Pesantren Al Muayyad:
“Kami berpesan agar seluruh keluarga dan santri tetap bersabar, tabah, dan istiqamah di dalam Islam. Wafatnya seorang ulama bukanlah akhir perjuangan, melainkan momentum untuk melanjutkan dakwah dan menjaga keistiqamahan dalam agama Allah.”
Kunjungan takziyah ini menjadi bukti kuatnya ikatan ukhuwah ilmiah dan spiritual antara Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki, STIM Surakarta, dan Pondok Pesantren Al Muayyad, serta menjadi simbol berlanjutnya perjuangan dakwah dan pendidikan Islam di tanah air.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan iman bagi keluarga besar Al Muayyad dan seluruh santrinya.
(Zahfan)