Khitobah Mimbariyah: Program SKL Unggulan STIM Surakarta untuk Mengasah Kemampuan Public Speaking
- 19 October 2024
- Posted by: Admin IT
- Category: SKL

Sukoharjo, 18-19 Oktober 2024 – STIM Surakarta kembali melaksanakan salah satu program unggulan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), yaitu Khitobah Mimbariyah. Program ini menjadi salah satu upaya institusi untuk mengasah kompetensi mahasiswa dalam berbicara di depan publik, khususnya dalam konteks dakwah dan pidato berbahasa Arab. Pelaksanaan Khitobah Mimbariyah tahun ini melibatkan 97 mahasiswa semester 7, yang dibagi menjadi enam kelompok.
Program ini tidak hanya menjadi ajang praktik keterampilan komunikasi, tetapi juga merupakan bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat global, khususnya di bidang pendidikan dan dakwah Islam.

Tujuan dan Filosofi di Balik Khitobah Mimbariyah
Khitobah Mimbariyah merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menunjukkan penguasaan kemampuan berbicara, baik dalam hal retorika, bahasa, maupun penguasaan konten yang relevan. Program ini bertujuan melatih mahasiswa untuk:
- Mengembangkan kemampuan intonasi dan artikulasi yang jelas dalam pidato.
- Membawakan pesan yang menggugah dan penuh ekspresi.
- Menciptakan konten khutbah yang relevan, berbobot, dan mudah dipahami audiens.
- Menyelaraskan isi pidato dengan tema yang diberikan, baik secara logis maupun kontekstual.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teknik berbicara, tetapi juga memiliki pengetahuan yang mendalam dan relevansi dakwah yang kontekstual.
Pelaksanaan Khitobah Mimbariyah
Pelaksanaan Khitobah Mimbariyah diadakan di dua lokasi utama, yaitu Room Meeting STIM Surakarta dan Ruang Podcast STIM Surakarta. Pemilihan dua tempat ini memberikan variasi suasana, sehingga mahasiswa dapat merasakan atmosfer berbicara di berbagai lingkungan, baik formal maupun semi-formal.


Para mahasiswa dibagi menjadi enam kelompok. Setiap kelompok didampingi dan diuji oleh dosen-dosen berpengalaman yang berperan sebagai penguji. Dosen-dosen yang terlibat dalam program ini meliputi:
- Anis Budiriyanto, M.Pd.
- Wildan Jauhari, Lc., M.H.
- Joko Ariyanto, M.Pd.
- Mutia Fiddien, M.Pd.
- Lady Eka Rahmawati, Lc., M.Th.I.
- Triani, M.Pd.


Setiap dosen bertugas untuk mengevaluasi penampilan mahasiswa berdasarkan lima aspek utama penilaian.
Lima Aspek Penilaian Khitobah Mimbariyah
Penilaian dalam Khitobah Mimbariyah mencakup lima aspek yang dirancang untuk mengukur kemampuan mahasiswa secara komprehensif:
- Intonasi
Intonasi menjadi salah satu komponen penting dalam pidato. Penyampaian pesan yang baik harus didukung oleh intonasi yang tepat untuk menekankan poin-poin penting. - Artikulasi (Kefasihan Ucapan)
Kefasihan dalam menyampaikan ucapan adalah kunci agar audiens dapat memahami isi pidato tanpa hambatan. - Ekspresi/Penjiwaan
Penyampaian yang penuh ekspresi dan penjiwaan menciptakan kedalaman makna dan mampu menyentuh audiens secara emosional. - Bahasa dan Konten Khutbah
Pemilihan bahasa yang sesuai, baik dari segi tata bahasa maupun kosakata, menjadi penilaian penting. Selain itu, konten khutbah harus berbobot, relevan, dan inspiratif. - Kesesuaian Judul, Isi Pidato dengan Tema
Penilaian juga mencakup keselarasan antara judul pidato, isi, dan tema yang diberikan. Hal ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam memahami tugas dan menghubungkan ide-ide secara logis.

Keseruan di Lapangan: Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen
Selama pelaksanaan Khitobah Mimbariyah, antusiasme terlihat jelas dari para peserta. Mahasiswa mempersiapkan diri dengan matang, mulai dari riset materi hingga latihan berulang untuk menyempurnakan teknik penyampaian mereka. Kehadiran para dosen sebagai penguji sekaligus mentor memberikan nuansa kolaboratif yang memperkuat pengalaman pembelajaran.

“Program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena mereka tidak hanya belajar berbicara di depan publik, tetapi juga memahami bagaimana menyampaikan pesan yang bermakna dan relevan,” ujar salah satu dosen penguji, Anis Budiriyanto, M.Pd.
Salah satu mahasiswa peserta juga menyampaikan kesannya. “Awalnya saya merasa gugup, tapi setelah beberapa kali mencoba, saya mulai merasa percaya diri. Bimbingan dari dosen sangat membantu,” kata salah seorang mahasiswa dari kelompok 3.


Program Lanjutan Setelah Khitobah Mimbariyah
Setelah program Khitobah Mimbariyah, mahasiswa semester 7 akan mengikuti kegiatan lanjutan yang tidak kalah penting, yaitu ICT: Pembekalan Penggunaan Media ICT dalam Pembelajaran. Kegiatan ini dijadwalkan pada tanggal 23 Oktober 2024. Program ICT bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat bantu dalam pembelajaran dan dakwah.
Selanjutnya, mahasiswa juga akan terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang menjadi ajang untuk menerapkan ilmu dan keterampilan mereka di tengah masyarakat.


Komitmen STIM Surakarta dalam Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa
Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Surakarta, STIM Surakarta terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang kompeten, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Program-program seperti Khitobah Mimbariyah dan ICT menunjukkan perhatian serius STIM Surakarta dalam menjawab tantangan global yang membutuhkan keterampilan komunikasi, literasi teknologi, dan penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Arab.


Melalui kombinasi program berbasis kompetensi, mahasiswa STIM Surakarta dipersiapkan untuk menjadi individu yang mampu berkontribusi di berbagai bidang, khususnya pendidikan dan dakwah Islam. Keberhasilan pelaksanaan Khitobah Mimbariyah tahun ini menjadi bukti nyata dari kesungguhan institusi dalam menjalankan misinya.

Dengan berbagai program unggulan yang dirancang secara matang, STIM Surakarta terus melangkah maju, memberikan bekal yang kuat bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja dan berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Khitobah Mimbariyah hanyalah salah satu dari banyak langkah STIM dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas. (edo, editor: azmi yudianto)