LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN WORKSHOP EVALUASI DAN AKSELERASI AKREDITASI PRODI PTKI TAHUN 2023 KOPERTAIS WILAYAH X JAWA TENGAH

Rabu-Jum’at, 15-17 Februari 2023

Rabu-Jum’at, 15-17 Februari 2023

HOTEL CIPUTRA SEMARANG

  1. Acara dimulai pada hari Rabu, 15 Februari 2023 Pk. 20.00

Acara dihadiri oleh:

a. Direktur PTKI (hadir secara on line
b. Kasubdit Pengembangan Akademik Dit PTKI
c. Sekretaris kopertais X
d. Tim BEST_Q

Sambutan-sambutan dan arahan
a. Sekretaris kopertais X

  1. Kegiatan diikuti oleh PTKI dari kopertais III, IV, dan X
  2. Harapan agar peserta tidak hanya berhenti dalam kegiatan workshop akan tetapi, selanjutnya lansung ditindaklanjuti dengan membentuk tim sukses akreditasi prodi di masing-masing PTKI

b. Kasubdit Pengembangan Akademik PTKI

  1. Akreditasi menjadi indicator mutu suatu perguruan tinggi
  2. Tidak ada perbedaan antara PT N/S, yang membedakan adalah kualitas hasil akreditasi
  3. Ada sekitar 40 PT yang disuntik mati, dan 30 yang abu-abu (hidup segan mati tak mau)
  4. Kegiatan WORKSHOP EVALUASI DAN AKSELERASI AKREDITASI PRODI PTKI, merupakan kegiatan pendampingan dan TL (Tindak Lanjut) dari pemetaan yang dilakukan oleh Kasubdit Pengembangan Akademik
  5. Saat ini sudah ada beberapa Lembaga penyelenggara akreditasi seperti LAMDIK, LAMEMBA dan akan hadir LAMGAMMA
  6. Berdasarkan pemetaan hasil akreditasi terdapat cluster berprestasi, recognisi, dan perlu bantuan

c. Direktur PTKI

  1. Kehadiran PTKIS terhadap akses Pendidikan tinggi angkanya sangat rendah
  2. Seluruh PTKIS belum ada 1 pun yang mendapat akreditasi unggul
  3. Dari 3664 prodi, masih terdapat 1316 (dengan nilai B), 55 (nilai C), dan masih banyak yang tidak terakreditasi
  4. Negara harus hadir melalui program kerja subdit, dengan bentuk kegiatan WORKSHOP EVALUASI DAN AKSELERASI AKREDITASI PRODI
  5. Mendorong beberapa PT yang hidup segan mati tak mau untuk merger, taruhannya bukan jumlah, namun kualitas
  6. Harus dilakukan akselerasi & Monev
  7. Untuk PTKIS yang membuat prodi baru harus memberikan jaminan kepastian jika tidak ada masalah, birokrasi pun harus memberikan kepastian, waktu, dan sebagainya. Negara hadir dengan memfasilitasi beberapa PTKIS
  8. Kampus masing-masing harus berinisiatif untuk ambil first and inisitif acceleration

 

HARI KE-2

Kamis, 16 Februari 2023

Sesi 1: Pk. 08.00-12.00

Materi 1: KIAT/STRATEGI MENGISI LED YG BAIK dan BENAR

  1. Agar Akreditasi Prodi menjadi Baik sekali/Unggul
    a. Perhatikan penilaian/data kuantitatif/angka   excel
    b.   Praktek ngisi tabel excel
    c. Wajib mengundang trainer/pendamping ngisi borang  excel
    d.   No telp  ketua/ketua tim
    e. Penentuan TS 1 sep s.d 31 agts
  2. Paling lambat PEPA adl 1 thn sebelum usai masa akreditasi, jika lolos PEPA maka bisa lanjut dgn status akreditasi yg sdh ada, jika tidak lolos PEPA mk segera diperbaiki (jika gagal)  turun peringkat akreditasi
  3. ISK (Instrumen Suplemen Konversi) dari “C” ke “Baik”  ckp kirim surat ke BAN-PT saja, dengan melakukan bbrp perubahan isi borang.
  1. TS  akademik (1 sep s.d 31 ags) dan TS keuangan (1 jan s.d 31 des)  Upload borang lbh enak bulan Januari thn berjalan.
  2. Paling  lambat Jika sdh mendekati  waktu  akhir  masa akreditas   LPM  wajib  melihat notifikasi di sapto 2x sehari. Sebenarnya juga tdk harus menunggu 1 thn terakhir.
  1. Notifikasi PEPA bisa turun sebelum 1 tahun dr akhir masa akreditasi  setiap saat PEPA bisa turun di SAPTO.
  1. Perbedaan mendasar antara peringkat C dengan Baik
    a. Jika “C” artinya wajib reakreditasi setiap 5 thn dan tdk ada PEPA.
    b. Jika “Baik” artinya bisa perpanjangan akreditasi otomatis selama tdk terkena PEPA
  2. UPPS  pengelola prodi (tergantung herarki kampus)  jika ST langsung kaprodi maka bercerita dari semua jumlah prodi yg ada di ST tsb (tabel 2)
  3. Tabel 1.1 s.d 1.3 (kerjasama pendidikan)  dari MoU tsb apa saja kegiatannya, brp lama pelaksanaan kegiatan tsb dilakukan, yg dinilai adl jumlah mitra/lembaganya (I mitra nilai 1)
    a. Bukti  kegiatan  berupa  lap kegiatan,  srt  undangan,  daftar  hadir,  sertifikat,  dok kegiatan).
    b. Bisa dgn mencantumkan Link dokumen
    c. Jika sudah pernah melakukan kegiatan kerjasama internasional sekalipun tdk ada MoU/MoA tetap bisa dimasukkan dan bisa dinilai
    d. Dalam melakukan kegiatan kerjasam hrs dalam masa berlakukan MoU
  4. Saat Ak nilai bisa di bawah 200 akan bisa dilakukan AL, karena bisa jadi saat mengisi tabel ada kesalahan entri data, mk saat Al bisa dilakukan verifikasi nilai bisa berubah penyesuaian fakta di lapangan

 

Materi 2 : KIAT/STRATEGI  MENGISI LED YG BAIK dan BENAR

0811718669 (Dr. Fajri Ismail)  konsultan, asesor, pendamping.

  1. Tabel 2 s.d 3
    a. Bobot nilai paling tinggi  usahakan mempunyai nilai rasio yg sesuai
    b.   80% nilai akreditasi berada di tabel excel
    c. LPM harus paham teknik pengisian tabel excel ini
  2. Homebase adl dosen yg wajib ada di prodi sekalipun tidak linier  5 dari 6 dosen (3 org linier)
    a. Linier adl 3 org yg S2 nya bener2 sesuai prodi
    b.   Linier adl 3 org yg S2 nya sesuai dgn rumpun
  3. DTPS  3 dosen linier sesuai prodi inilah dosen DTPS
  4. Dosen homebase/DTPS bisa banyak, tpi hrs disesuaikan dgn rasio jml mhsw
  5. Buatlah agar asesor cinta pd pandangan pertama
    a. Penjemputan asesor hindari driver ato staf saja  ketua/pejabat struktural terkait
    b. Jangan sampai membuat asesor pusing di awal (kriteria 1 dan 2 sebaiknya sdh beres)
  6. Sebaiknya setelah susun borang dan sesudah upload dibuat simulasi intern ato mengundang pendamping (pihak ekstern)  wajib dihadiri ketua, waket 1,2 dan 3, kaprodi.
  7. Laporan PDDIKTI yg dilihat adl dosen homebase (bukan DTPS)  jika Akreditasi adl DTPS (krn akan terkait dgn 3 dharma PT.
  8. Hati-hati   semakin  banyak profil (peran) lulusan yg ditulis menunjukkan  kurang bagus, bedakan dengan profesi (bisa lbh banyak)
  9. Utk mengisi tabel excel sebaiknya disesuaikan dengan matriks nilai sbg panduan
  10. Acuan penilaian PEPA adl PDDIKTI, mk harus senantiasa update data di PDDIKTI (baik terkait dosen maupun mhsw) secara periodik/semeter.
  11. Yang bisa di HAKI kan adl semua karya dosen (buku ajar, Lap PkM, Book Chapter sesuai keahlian dosen).
  12. Yang termasuk Hak Paten terkait dengan penemuan teknologi

 

Materi 3 : KIAT/STRATEGI  MENGISI LED YG BAIK dan BENAR

0811718669 (Dr. Fajri Ismail)  konsultan, asesor, pendamping.

  1. Rasio jml mhsw dan dosen adl 35:1 (khusus DTPS)
  2. Batas maksimal jumlah Dosen Tdk Tetap dalm 1 prodi harus dibawah 40%
  3. Jika jml DTPS kurang dr 3 Jelas tdk akan di akreditasi, krn rasio dosen dn mhsw tdk sehat.
  4. Sangat terkait masing2 tabel dari semua tabel 8 (a s.d d)
  5. Jumlah halaman LED adl 150 halaman.
  6. LED APS jika berbunyi UPPS artinya sekolah tingginya atau fakultasnya (bukan prodi itu sendiri)
  7. Hindari plagiasi  sekalipun ada 1 kata apalagi 1 kalimat yang sama dgn borang lain (sekalipun sama dalam 1 lembaga/PT)
  8. Menurut BAN-PT, utk kriteria 1 dan 2 pada LED  prodi tidak perlu buat renstra maupun renop  cukup visi keilmuan  (penciri/kekhasannya  prodi), krn prodi  mengikuti  UPPS (sekolah tinggi atau fakultas).

 

PENUTUPAN

Pembuat Laporan

Ketua LPM STIM Surakarta

 

Dr. Budi Harjo, M.Pd

Gambar 1. Foto sesaat setelah pembukaan Bersama Sekretaris Kopertasi X (Dr. Ruswan)

Gambar 2: Pelaksanaan Sesi Pendampingan Bersama Dr. Fajri Ismail (konsultan, asesor, pendamping

Gambar 3: Perakilan kelompok presentasi hasil

Gambar 4: Sesi penutupan foto Bersama para utusan PTKIS Kopertais X Bersama Sekretaris Kopertais X

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *