Home / Mimbar Mahasiswa / Ada Rasa Yang Tak Mampu Terangkai Oleh Kata

Ada Rasa Yang Tak Mampu Terangkai Oleh Kata

Ada Rasa Yang Tak Mampu Terangkai Oleh Kata[1]

Oleh : Intan Nur Rahmah

Editor : Sudarmadi Putra

خيركم من تعلم القرأن و علمه

“Sebaik baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya”

Menghafal Al-Qur’an adalah sangat mulia bahkan pahala yang diperolehnya sangatlah banyak dan tak kalah juga dengan bagaimana keutamaannya. Seorang penghafal Al-Qur’an yang dia mampu menyelesaikannya dalam artian khatam 30 juz ia akan menjadi keluarga Allah dan Allah akan memberi mahkota dan jubah penghargaan untuk kedua orang tuanya di akhirat kelak. Yang mahkota itu cahaya nya melebihi cahayanya matahari dan jubah itu tidak ada di dunia.

Lantas bagaimana orang-orang tidak menginginkan hal yang demikian?

Iya… semua orang akan terpukau ketika mengerti keutamaan demikian.. namun tidak pada diriku yang waktu itu aku masih dikelas mutawasitoh(SMP).. usia yang sudah cukup faham jika diberi pengetahuan hal yang demikian.. namun entah pada diriku ini tetap belum ada niatan untk mengkhatamkannya.

Membuat orang tua bangga, bahagia atas kebehasilan kita sebagai anak tentulah sudah menjadi cita cita setiap anak.. namun fikirku waktu itu membuat mereka bangga ku rasa tak hanya dengan jalan yang seperti itu..

Tepat aku berumur 15 thun (1 Mts) waktu dimana pertama kalinya aku berpisah dengan kedua ortuaku. Aku mulai hidup mandiri hidup dipesantren yang cukup jauh dari orang tua ku.. tepatnya aku sekolah di pesantren tahfidz jogja…

Aku bukan yang dari SD  berbasik tahfidz..maka untuk masuk di pesantren tahfidz aku harus banyak belajar tentang tajwid dan banyak lagi bacaan yang harus aku benahi, ½ tahun sudah aku mempelajarinya, namun bagiku masih sama saja.. tidak ada perubahan..dari situlah yang memunculkan diri ini untuk tidak mau menghafal bahkan terfikir untuk mengkhatamkannya.

Hingga suatu hari.. waktu adzan magrib berkumandang dan aku jauh waktu 10 menit sebelum adzan aku sudah berada di dalam aula.. waktu itu hujan.. begitu syahdu suasana nya.. membuat fikiran ini jernih untuk kembali berfikir apa tujuan diri ini berada di tempat ini.. aku bukanlah anak kecil lagi.. ku rasa pola pikir kujuga harus aku rubah dari sekarang..berfikir lebih dalam .. berfilir lebih panjang.. bagaimana ortu ku ketika mengetahui aku yang kurang bersungguh sungguh untuk semua ini.. ditambah lagi tanda tanganku di awal aku masuk di pesantren ini.. tanda tangan yang berartian setuju untuk menambah 1 tahun jika tidak hafal 20 juz selama 3 tahun..

Bismillah ku kuatkan tekad ku dan Alhmdulillah di kelas 2 Mts aku sudah mulai menghafal.

Pertama kali aku menghafal ada rintangan itu tentu.. kesulitan dan kesusahan itu tentu pernah dialami oleh para penghafal Al-Qur’an.. namun tetap ingat bagaimana firman Allah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan .. bahkan ayat tersebut sampai di ulang 2 kali dalam qur’an surat Al-Insyiroh

فإن مع العسر يسرا

إن مع العسر يسرا

Cara menghafalku tentu beda dengan teman teman ku..

Pertama = Di tempat yang tidak ramai.

Aku tipe orang yang paling nggak bisa menghafal di tempat yang ramai di tambah jika diruang yang bersamaan ketika aku menghafal ada salah satu temanku yang suaranya keras tentu itu mengangguku dan sulit untuk mengembalikan ke fokus. Oleh karenanya aku sering lebih suka menyendiri ketika menghafal.

Kedua = Tempat yang nyaman.

Selain di tempat yg sunyi tentu nya aku juga menentukan bahwa tempat yang aku tempati nyaman dan bersih sehingga mampu membuat diri ini untuk betah berlama lama dengan Al-Qur’an.

Ketiga = Jika tempat itu adalah ruangan atau misalnya kelas.. maka pintu selalu aku tutup.. Bukan karena pelit supaya tidak ada yang menghafal bersamaku,, namun aku menghindari untuk tidak mengobrol dan supaya suara yang aku dengar hanya suaraku.. egois ya ? biarlah ini hanya untuk pemula menghafal saja kok.. ketika hafalan sekiranya sudah benar benarku pegang maka untuk mengulangnya sebelum di setorkan aku tak lagi harus di tempat yang sunyi.

Keempat = Ayat yang mau di hafal di bacakan oleh musyrifah terlebih dahulu.

Itu saya lakukan untuk menghindari kesalahan,, dalam tajwid entah itu panjang pendek atau pun hal yang bersangkutan lainnya.

Kelima = Menghafal di waktu shubuh.

Aku lebih suka menghafal di waktu pagi sebelum shubuh, karena fikiran, masih fressh jadi mudah untuk menghafal.. namun di malam hari nya sudahku baca baca terlebih dahulu untuk memudahkan keesokan harinya untuk menghafal, bahkan ketika aku merasa belum begitu mudah untuk di baca dalam artian masih asing maka aku tidak akan tidur.. paling enggak ketiduran dalam keadaan Qur’an masih terbuka hingga pagi hari..

Keenam= Membaca keseluruhan ayat sebelum menghafal.

Awal ku menghafal tentu ku baca semua ayat tersebut terlebih dahulu.. membaca dengan melihat paling enggak sekitar 5-10 kali sampai benar benar mudah terucap dan sudah tidak asing lagi..

Ketujuh = Tidak melanjutkan ayat selanjutnya jika belum lancar.

Aku tidakakan melanjutkan ayat selanjutnya ketika ayat sebelumnya belum lancar.

Kedelapan = Mengulang ayat sebelumnya.

Ketika masuk pada ayat selanjutnya maka ayat sebelumnya selalu aku ulang terlebih dahulu, begitupun selanjutnya hingga paada ayat terakhir yaang kita hafal.

Kesembilan =Mengulangnya tiga kali.

Jika sekiranya sudah kita kuasai hafalan baru tersebut, maka kita baca ulang 3 kali tanpa melihat Al-Qur’an.

kesepuluh = Tutor.

Sebelum hafalan kita setorkan pada musyrifah aku minta di simakan oleh 3 orang teman ku terlebih dahulu. Untuk lebih meyakinkan sebelum hafalan kita sampai pada musyrifah..

Itulah yang di namakan tutor ketika saya di ma’had.

kesebelas =Mengulang hafalan sampai waktu halaqoh habis.

 Aku ulang kembali hafalan yang sudah aku setorkan sembari menunggu teman yang lain setoran .. supaya waktu tidak terbuang sia sia.

Cara menghafalku yang seperti itu mampu bertahan ku jalani hingga dipertengahan aku niha’i sebelum ujian akhir dan alhamdulillah diwaktu itu aku sudah sampai di target yang sudah ditentukan oleh pesantren (20 juz) .. masih ada waktu ½ tahun memang tapi entah diri ini tak ingin lagi melanjutkannya.. kemudian kuberanikan diri untuk meminta izin kepada mudir pesantren untuk tidak menambah hafalan lagi dalam artian ½ tahun sisa akhir Mts ingin kuhabiskan untuk mengulang semua hafalan yang sudah ku peroleh, namun jawaban beliau tidak memuaskan, beliau menjawab :” muroja’ahlah sembari ziyadahlah, imbangi keduanya, insyaAllah khoir.”

Namun aku tetap bersikeras hanya ingin fokus dalam mengulang hafalan sampai lulus..

Wal akhir ku putuskan untuk ssetoran murja’ah dipagi dan sore hari … Alhamdulillah sampai aku lulus itu tidak menjadi permasalahan di pesantren.. bahkan ketika mudir pesantren mengetahui nya juga tidak memanggilku.. so well khoir fainisyaAllah….

Setelah lulus Mts, baru aku benar-benar ada keinginan untuk mengkhatamkannya.. rasa rasa nya ingin segera berakhir liburan akhir sekolah dan masuk di jenjang yang baru disertai dengan semangat yang mengebu-gebu…

Hingga akhirnya waktu itu tiba.. masuk awal aliyah(Agustus 2014)  rasanya ingin segera ku menghafal , namun ternyata dari bagian tahfidz tidak memperbolehkannya dengan syarat harus mengulang (menyetorkan) semua hafalan yang sudah dihafal terlebih dahulu barulah memulai hafalan yang baru.

Satu bulan sudah berlalu aku muroja’ah dan alhamdulillah 1 bulan aku mampu mengulang semua hafalan yang pernah aku hafal di Mts , selanjutnya mulailah aku menghafal.. caraku menghafal masih sama dengan bagaimana caraku ketika aku Mts..10 juz again.. aku hanya fokus itu hingga akhirnya setiap waktu perpulangan aku berniat untuk tidak mengambil waktu itu sampai diri ini benar benar mampu mengkhatamkannya.. hal ini tentu juga sudah kusampaikan kepada ortu ku.. dan ortu ku mengizinkannya walau terkadang mereka yang akhirnya kemudian menyempatkan waktu untuk menjengukku..

2014 pun berlalu.. udah beberapa bulan berlalu aku tak bertemu ortu ku .. rindu ingin bertemu itu tentu.. tapi aku tetap bersikukuh untuk tidak akan pulang.. dengan demikian semakin ku tambah semangatku untuk segera mengkhatamkannya.. dan Alhamdulillah dengan izin Allah aku mampu menyelesaikan hafalanku di akhir kelas 1 aliyah tepatnya ditanggal 25 maret 2015..

Benar benar suatu kebahagian tersendiri .. yang dulu hanya membacanya aku masih banyak yang salah sekarang aku mampu menghafalnya.. Allahu Akbar

Inginku segera pulang dan membawa kabar bahagia ini istimewa untuk kedua orang yang begitu ku sayang di dunia ini.. tangisku pecah sudah ketika sampai dirumah.. langsung ku peluk mereka.. ortu ku terkejut dengan kehadiranku karena sebelumnya memang tidak ku katakan bahwa diri ini hendak pulang..

Di peristiwa ini tentu tidak mampu ku ceritakan keselurahannya.. karena ini adalah suatu kebahagiaan yang tak mampu terangkai oleh kata terlebih ditulis hingga menjadi sebuah cerita..

(yah mungkin bisa, seperti hal nya pujangga yang begitu lihai merangkai kata, namun tidak dengan saya )

Oleh karenanya.. saya akan mempersingkat cerita ini..

Lanjut dikelas 2 dan 3 aliyah aku baru benar benar hanya fokus untuk muroja’ah Al-qur’an, dan ustadzah ku menargetkan ku untuk menjadi pemula yang bisa 30 juz sekali duduk.. awalnya aku memang kurang yakin.. aahh mana bisa aku.. batinku waktu itu.. namun ustadz dan ustadzah begitu semangat nya untuk meyakinkan ku bahwa aku bisa.. aku berlarut dengan setiap kata kata yang terucap oleh beliau-beliau… hinggak akhirnya aku berfikir untuk membuktikan bahwa apa yang mereka yakinkan terhadapku mampu ku wujudkan.. Bismillah aku berusaha dan setelahnya aku pasrahkan pada sang Maha kuasa..

Untuk mencapai 30 juz sekali duduk tentu ada tahapannya..

Tahap awal = ¼ pagi dan sore hari.

Aku hanya muroja’ah ¼ juz diwaktu pagi dan sore hari, ketika 30 juz sudah ku ulang semuanya lanjutlah ditahap yang kedua.

Tahap kedua= ¼  pagi dan ½ sore + tilawah 1 juz.

Harusnya naik one day one juz.. tapi jujur saja aku belum merasa mampu hingga akhirnya aku meminta untuk setiap pagi ¼ di juz yang sulit dan sore ½ di juz yang mudah..dan disertai tilawah 1 juz di setiap harinya

Tahap ketigaone day one juz.

Namun aku tidak seperti yang lain.. aku tidak maju di waktu jam halaqoh karena tentu waktu tidak akan cukup.. jadi aku ada waktu khususon untuk itu.. setiap pulang sekolah aku menyanggupi untuk kemudian pergi ke rumah ustdzahku.. awalnya memang sulit harusnya pagi sudah siap.. tapi di undur setiap ba’da dzuhur di tambah lagi sebelumnya jam pelajaran..

Yah.. biasalah hafalan masih baru memang masih sulit untuk benar-benar di pegang.. dan alhmdulillah 1 bulan sudah terlaksana ketika mau masuk di tahap yang selanjutnya saya mengotot untuk tidak mau.. karena saya merasa tahap one day one juz belumlah lancar.. Alhmdulillah ustadzah memperbolehkan ku untuk mengulang tahap yang one day one juz hingga berputar beberapa bulan.. walau memang sudah muter 30 juz beberapakali namun tetap aku belum mau untuk naik d tahap selanjutnya.. hinga aku benar2 merasa puas dengan bagaimana hasil setoranku.. hinga aku benar-benar merasa puas atas hasil muroja’ahku.. Alhamdulillah setelah beberapa bulan berlalu dengan tahap yang seperti itu..mau tidak mau ustdzah bersikeras untuk menyuruhku naik di tahap selanjutnya,, kali ini tak ada penawaran lagi ata beliau.. oke lah bismillah ku menyanggupinya..

Tahap ke empat = one day two juz..

Waktu setoranku pun masih sama seperti di tahap yang ketiga.. iya aku setoran di waktu ba’da dzuhur setelah jam pelajaran selesai..di samping aku fokus hanya setoran murja’ah aku juga di beri tugas khusus dari ustdzahku yaitu untuk rutin tilawah setiap harinya 2-3 juz .. ketika sudah muter 30 juz seperti biasa lanjut di level berikutnya..

Tahap ke lima = one day three juz.

Masih sama di tahap sebelumnya.. yaitu naik 1 juz.. one day threee juz. Dan tilawah nya pun juga maih sama namun diusahakan untuk bisa istiqomah 3 juz di setiap harinya..

Tahap ke enam =5 juz sekali duduk.

Di tahap ini peningkatan drastis.. ustdzahku menyuruhku untuk menyetorkan lebih dari sebelum-sebelum nya yaitu 5 juz sekali duduk.. naik 2 juz dari yang biasanya..

Ohh Allah.. mampu kah aku..? bisakah aku..? seumur-umur belum pernah aku bisa 5 juz sekali duduk.. kalau seperti ini bagiamana cara aku mempersiapkannya ? belum lagi tilawah nya..? bagaimana cara bagi waktunya..? pertanyaan- pertanyaan yang semacam itu yang ada dalam fikiranku waktu itu..

1 hari aku berdiam diri.. tak banyak cakap dan tak banyak makan.. waktu ku lebih bnyak ku habiskan di masjid untuk memikirkan itu.. hinga akhirnya fikiranku mampu berfikir jernih.. ahh pertanyaan-pertanyaan semacam tadi itulah yang hanya membuat diri ini tak percaya atas kemampuan yang ada.. padahal mencoba saja belum.. kata-kata seperti itu lah yang membuat diri ini kemudian tidak yakin.. padahal banyak sekali orang-orang sekitar yang meyakinkan ku.. kenapa tidak mencoba untuk mewujudkan kayakinan mereka.. dan jawaban positif dari permikiranku sebelumnya,.. hingga akhirnya setelah 1 hari aku meminta waktu berikir , ku rasa aku sudah menemukan jawaban yang tepat untuk ku kataakan kepaada ustdzhku.. bismillah saya menyanggupinya ustdzah..

Tepat hari senin tahap itu di mulai dan tentunya juga dari juz depan.. juz 1-5.. untuk waktu tetap sama yaitu ba’da dzuhur hanya saja waktu selesainya tentu tak sama dengan tahap yang sebelumnya.. penyimaknya pun juga tak sama.. Qodarullah waktu itu musyrifah saya hamil tua jadi wajar jika tak lagi kuat duduk berlama lama.. hinga akhirnya musyrifah ku menunjuk 6 ustdzah yang lainnya untuk menyimak ku.. 6 ustdzah sesuai dengan juz nyaa..jika aku 1 hari 5 juz maka butuh 6 hari dan 6 ustdzah untuk bergantian menyimak ku..

Dan ketika sore hari tak pernah ku tak di tanya bagaimana hasil maju ku tadi siang  oleh musyrifah ku.. ( ustdzhku memang tak menyimak ku namun bukan berarti juga tida menyimak teman yang lain.. beliau masih tetap bisa menyimak di waktu halaqoh yaitu di pagi dan sore hari )

Di tahap ini aku meminta untuk tilwah semampu ku dalam artian tidak harus 2-3 juz setiap harinya karena menyiapkan 5 juz itu terkadang aku masih kurang waktu.. dan Alhamdulillah ustdzh memperbolehkannya..

6  hari berturut-turut ini.. rutinitasku .. keseharian waktu ku seolah tak ada yang terbuang sia sia.. dan aku sangat menyukainya.. malam aku menyiapkan 5 juz itu bahkan hingga larut malam aku masih tetap pada posisi yang sama.. tetap dalam memegang mushaf.. ketika teman-teman sudah beranjak untuk tidur aku tetap saja tak terpengaruh.. kantuk pun juga tak ku rasakan.. memang aku tipe orang pekerja keras.. ketika apa yang aku inginkan belum ku capai maka untuk kemudian beristirahat itu tak kan ku lakukan.. hinga di waktu tahap yang seperti ini yang membuatku kurang tidur.. namun itu tak menjadikan ku suatu permasalahan..

Pagi hingga siang aku sekolah.. baru lah siang aku mulai setoran paling nggak sampai ashar aku baru selesai dan setelah ashar aku tetap ikut halaqoh.. di halaqoh memang aku tak maju namun ikut serta dalam kegiatan halaqoh adalah suatu yang wajib.. dan di waktu itu ku manfaatkan untuk mempersiapkan 5 juz yang besok akan di ajukan hinga waktu jam halaqoh habis..

Alhamdulillah 6 hari berlalu dengan rutinitas seperti itu.. ala kulii hal alhmdulilalah tahap itu sudah berhasil ku lalui..

Senin-jum’at  setoran 5 juz sekali duduk.. 2 hari setelahnya.. sabtu dan ahad rasanya benar-benar ingin refreshing.. mendinginkan otak.. 😄

Tahap keenam = 10 juz sekali duduk.

Tahap ni yang benar-benar membuat diri ini shock bukan main.. bagaimana tidak..? tambahan juz dari yang sebelumnya sangat banyak… bukan lagi tambahan tapi memang 2 kali lipatnya.. yaitu 10 juz sekali duduk..

Setorannya pun juga tak boleh berjarak hari.. jadi sama seperti tahap sebelumnya berturut-turut setorannya.. untuk watu tentu berbeda.. 3 hari aku di perbolehkan untuk tidak masuk sekolah demi menjalani tahap ini.. karena 10 juz cukup membutuhkan watu yang lama.. jadi ustadzah ku memutuskan untuk memulainya dari pagi sampai dzuhur ( perkiraan ).. kecuali jika lancar sekitar jam 11 udah selesai..

Di tahap ini aku yang benar-benar harus sangat pandai memenej waktu.. hingga akhirnya malam yang harusnya untuk istirahat ( waje’anallaila libaasa) aku korbankan untuk menyiapakan setoran.. bahkan ketika sudah larut malam pun mata belum mau untuk terpejam sekali pun sudah tak ada nyawa yang hidup,, sunyi sepi tidak mampu mengubah bagaimana keinginanku.. ku rasa begadang untuk sesuatu yang bermanfaat itu tak apa.. jika kita niatkan untuk Allah bernilai pahala fainsyaAllah.. hingga akhirnya aku ketiduran dalam posisi Qur’an masih terbuka hingga pagi pun posisi ku masih sama seperti itu,, karena emang tidak ku niati untuk tidur..

Di tahap ini pula diri ini sering tida yakin untuk melewatinya namun kembali ku ingat bahwa waktu muroja’ah untuk menyiapkan 30 juz sekali duduk sudah tak lama lagi..

Alhamdulillah Allah memberi kemudahan kepada ku untuk melalui tahap ini.. bahagia,,tanggis bahagia sampai tak sadar meneteskan air mata.. benar-benar hanya bahagia yang ku rasa waktu itu.. seolah tak percaya diri ini mampu melewati tahap itu..

Tahap ke tujuh = 15 juz sekali duduk.

Awalnya ustadzah ku menargetkan ku untuk 15 juz sekali duduk.. jadi hanya butuh waktu 2 hari untuk itu.. namun aku tak menyanggupinya.. aku minta 10 juz sekali duduk itu menjadi tahap terakhirku..

Karena waktu yang begitu mepet.. waktu yang bentar lagi mendekati hari H di tentukannya aku 30 juz sekali majelis.. maka sisa waktu setelahnya aku meminta untuk fokus menyiapkan diri.. mematangkan hafalan yang sekiranya aku belum lancar.. meyakinkan diri bahwa aku bisa melaluinya.. bismillah.. Allah.. kemaren-kemaren itu adalah bentuk usahaku.. dan setelahnya tentu ku serahkan kepada Mu bagaimana akhirnya..

Kapan mau di laksanakannya 30 sekali majelis itu tentu sudah di bicarakan dengan ku.. awalnya aku meminta di tanggal dan bulan yangsama ketika aku mengkhatamkan Al-Qur’an namun karena berbagai hal..akhirnya di tetapkan pada Selasa, 25 April 2017 beda bulan dan harimemang.. tapi tak apa..  tanggal nya masih sama kok..🙂

Bismillah..

Selasa,25 April 2017

Aku mengunakan baju yang sama ketika aku selesai Al-Qur’an.. terkesan sedikit lebay memang,, tapi biarlah.. ini moment special aku.. sengaja aku membuatnya banyak yang sama dengan moment aku selesai Al-Qur’an.. biar supaya begitu mengenang…

Acara itu di mulai ba’da shubuh tepat.. jangan tanya bagaimana perasaanku waktu itu.. karena benar-benar tak mampu di jelaskan oleh kata-kata.. yang jelas jantung berdebar lebih kencang itu pasti.. bagaimana tidak..? ini moment yang sangat langka bukan? Moment yang dari dulu tertulis dalam 100 target ku kini benar-benar akan ku jalani.. masyaAllah Allohu Akbar..

Acara itu di langsungkan di masjid.. di pembukaan di saksikan oleh seluruh penghuni ma’had… di tambah lagi kehadiran usatdz-ustadz yang lain.. benar-benar ku tak bisa mengkondisikan kencang nya jantung ini berdetak.. bismillah.. semua ini sudah didepan mata.. tidak mungkin jika aku mengakhirinya dengan sebuah keputus asa an.. lantas apa arti sebuah usaha ku kemaren yang telah mengorbankan banyak waktu.. (menyemangati diri)

Bismillah di mulai dari juz 1 sampai juz 3 aku di simak oleh semuanya namun untuk keselanjutannya bergilir satu kelas satu kelas ( dan tentunya juga didampingi oleh usatdzah ) karena waktu itu KBM tetap berjalan seperti biasanya .. tidak di liburkan.. bahkan kelas ku sendiri pun juga tidak libur…

Terus ku lantunkan ayat demi ayat,, hingga siang hari pun ketika waktu nya makan aku benar-benar tak ingin ada apa-apa yang mengganggu kefokus an ku.. walau makan sudah di depan mata tanpa harus ke dapur terlebih harus thobur.. tapi diri ini benar-benar tak tergoda.. tidak berselera untuk makan.. di benak ku waktu itu hanya ada satu keiniginan.. yaitu segera selesai melantunkan ayat suci Al-Qur’an.. aku tak ingin banyak memotong waktu ku.. aku hanya beristirahat untuk sholat,, setelah itu langsung ku melanjutkannya.

Aku tak hafal persis juz ini sampai juz ini aku di simak oleh siapa.. aku hanya ingat juz belakang adalah giliran teman sekelas ku sendiri dan waktu itu adalah juz 24.. ba’da ashar.. ketika hendak lanjut di juz 25 ke fokus an ku sedikit menghilang ketika ku dengar salah satu santriwati berteriak.. “eeh itu kan umi abinya mbak intan”.. berusaha ku untuk tak menghiraukan tapi malah ada satu santri yang mendatangiku dan mengatakan bahwa kedua ortu ku telah datang untuk menyaksikan ku.. akhirnya ku berhentikan di juz ini lalu ku temui ortu ku.. aku tidak marah.. bahkan aku sudah ingin meneteskan air mata ketika ortu berkata :“belum selesai ya..? umi abi tau kok karena memang sebenarnya umi abi di suruh ke sini nya ba’da isya.. namun hanya saja umi dan abi sudah tak sanggup lagi ingin sekali melihatmu.. “ masyaAllah haru bukan?

Namun jujur aku katakan bahwa aku baru sampai di juz 25 masih lama untuk di juz 30.. hinggga akhirnya aku menyuruh umi abi untuk pergi dulu.. bukan berarti aku tak mau di tunggu bukan berarti juga aku mengusirnya.. tapi memang keinginanku mereka datang di waktu aku sudah sampai kuz 30.. setelah itu aku kembali melanjutkan nya..

Tepat di juz 26.. suara ini benar-benar sudah sulit untuk terdengar jelas oleh mustami’.. namun juga tidak mungkin jika di berhentikan di juz ini.. hingga sampai asatidz membelikan ku jahe anget.. alhamdulillah perlahan suara kembali.. walau sedikit menggangu tapi tetap ku pertahankan untuk selesai..

Adzan magrib pun berkumandang dan aku tepat selesai di juz 29.. Allohuakbar tak ku sangka hanya tinggal 1 juz lagi aku selesai… kami istirahat untuk sholat magrib setelah sholat magrib ku kira langsung melanjutkan 1 juz terakhirnya,, namun ustadz menyuruhku untuk istirahat sampai isya’.. karena undangan untuk ustadz dan ustadzah  jam 20.00.

Ku patuhi apa yang di katakan beliau.. sambil ku tunggu waktu isya ku makan makanan ringan dan di waktu itu pula umi abi kembali datang.. alhamdulillah Beberapa menit kemudian adzan isya pun berkumandang… kami melaksanakan sholat berjama’ah kemudian di lanjut 1 juz terakhir ku.. di simak oleh seluruh penghuni pndok tentulah lebih banyak di banding awal pembukaan tadi pagi..

Tepat di 3 quul suara ku mulai terhenti.. bukan aku lupa.. tapi serasa lidah ini begitu kelu untuk kembali mengucap ayat suciNya.. hanya tetes airmata yang jatuh tanpa di sertai dengan desis suara sedikitpun.. di tambah dekapan hangat dari para musyrifah ku..Allah.. harapanku.. keinginanku yang dari dulu aku dambakan kini benar-benar sudah di depan mata..

Hinga akhirnya ku lantun kan 3 quul itu dengan suara terbata-bata dengan suara sedikit terputus-putusoleh tanggis ku.. sampailah pada ayat An-Nas terakhir aku benar-benar tak mampu membendung air mata.. semakin deras ketika ortua ku maju untuk menyalami ku..memeluk ku dan mengucapkan selamat untuk ku..  Allah.. ini lah suatu kebahagiaan terbesar dalam hidupku.. benar-benar kebahagiaan yang tak mampu di rangkai oleh kata..

Kemudian di lanjut dengan khotimul Qur’an.. oleh ustadz dan sedikit tausyiah dan taujihah oleh direktur ma’had di saat itu aku tak lagi duduk di depan.. aku duduk di barisan depan dengan teman-teman seperjuangan ku.. setelah selesai ada sesi yang sangat membuatku terharu.. ada sedikit tambahan dari abiku.. di saat itu abi ku mencurahkan bagaimana aku.. bagaimana keseharianku.. bagaimana bangga nya abi memiliki ku.. yang mampu membuatku untuk yang kesekian kali nya menanggis.. namun di kata terakhir beliau ada yang membuatku sedikit malu.. karena abi ungkap kesukaanku yaitu suka berbelanja baju… ah biar saja orang-orang menertawakanku.. yang penting aku malam itu benar-benar bahagia..

Selesai acara.. ada penghargaan kenang-kenang an dari pondok… untuk hadiah akan di serahkan ketika kelulusan jadi anggap saja ini kenang-kenangan.. ucap mudir ma’had. kemudian aku bersama umi dan abi maju untuk menerimanya.. langka bukan? Maju menerima kenangan terindah bersama kedua orang tercinta..😍dan setelah itu ternyata pondok mengadakan makan-makan .. lebih tepat nya tasyakuran karena selesai nya saya dalam sekali majelis,.. masyaAllah.. tabarokallah wa ta’ala..

Dari semenjak itu aku menjadi suka dengan tanggal 25.. karena di tangal itu ada 2 moment yang sangat membuat diri ini bahagia..

Dari sini lah kenapa saya mengambil judul “rasa yang tak mampu terangkai oleh kata”

rasa itu adalah bahagia dan menurut saya bahagia itu tak selamanya mampu terangkai oleh kata.. terlebih ini suatu rasa bahagia yang bener-benar baru ku rasakan dalam seumur hidupku..💕

happy ending 😍

Sukoharjo, 03 Maret 2019

Sepatah kata  penyemangat

“ semisal di perjalanan ini kamu ingin berhenti berusaha.. maka ingatlah bahwa kamu sudah sampai sejauh ini.. sdah berapa kesulitan yang kamu takluk kan hingga sampai detik ini?

Kamu kuat lebih yang kamu bayangkan.. kamu tegar lebih dari apa yang orang lainfikirkan..

Kamu luar biasa..

Separah apapun cobaan di tengah perjalanan.. toh selalu ada kepastian bahwa di akhir perjalanan panjang terdapat bahagia yang kamu nantikan.. bukan kah itu yang kamu impi impi kan..?

Selama apapun itu… kelak pasti kamu temui kesuksesan..

Ia bukan tentang seberapa banyak harta yang kamu kumpulkan..bukan seberapa terkenal kamu di hadapan oarng orang.. bukan pula seberapa cepat kamu menyelesaikan perjalanan..

Namun tentang seberapa kuat kamu dalam melewati ujian.. sabar menghadapi cacian.. dan semangat dalam perjuangan..lalu berakhir manis pada kesyukuran itu..

Sesederhana itu.. semoga sederhana itu pula kamu yakin pada kemampuanmu.. lalu gentarkan semua orang yang meragukanmu..“

Salam semangat

-Dzakyah an naylah-

FOTO TERKAIT CERITA:


[1] Tugas Mata Kuliah : Tahfidz Juz 1, Dosen Makul : Sudarmadi Putra, M.Ud

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *